Pengadilan Agama Tanjungpandan
Ikuti Bimbingan Teknis Pembangunan Zona Integritas Secara Virtual
Tanjung Pandan | pa-tanjungpandan.go.id
Sebagaimana telah diinstruksikan oleh Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Dr. Drs. H. Aco Nur, S.H., M.H. melalui suratnya nomor: 1732/DJA/HM.00/5/2020 tanggal 8 Mei 2020 perihal undangan mengikuti virtual meeting dalam rangka bimbingan teknis dengan materi “Strategi Meraih Predikat WBK Dan WBBM dalam Pembangunan Zona Integritas di Tengah Pandemi Corona Virus Disease (covid-19)”, maka sesuai jadwal pada Selasa 19 Mei 2020 pukul 13.00 WIB, Pengadilan Agama Tanjungpandan mengikuti virtual meeting tersebut melalui aplikasi zoom meeting bersama dengan seluruh pengadilan yang juga telah dijadwal pada kesempatan yang sama.
Bimtek ini disampaikan oleh Asisten Deputi Pengelolaan Pengaduan Aparatur dan Masyarakat pada Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan (RB Kunwas) Drs. Agus Uji Hantara, M.E.. Bimtek ini diselenggarakan dalam rangka mensukseskan pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM) pada seluruh pengadilan di lingkungan Peradilan Agama tahun 2020.
Di saat penyampaian materi, Agus uji Hantara menyampaikan bahwa ada lima strategi dalam pembangunan zona integritas unit kerja menuju wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih bebas dan melayani. Pertama, mindset/culturset dan komitmen dari pimpinan dan seluruh karyawan. Kedua, kemudahan, kecepatan dan transparansi pelayanan. Ketiga, program yang menyentuh masyarakat melalui inovasi-inovasi sehingga masyarakat merasakan keberadaan unit kerja. Keempat, monitoring dan evaluasi terhadap program yang dijalankan. Kelima, manajemen media sebagai alat komunikasi penyampaian informasi kepada masyarakat terhadap program atau inovasi yang telah atau sedang dilakukan. Disamping itu juga beliau menambahkan, terdapat tiga budaya yang akan dicapai dalam reformasi birokrasi, pertama yaitu budaya integritas tinggi, kedua yaitu budaya kinerja tinggi dan yang ketiga yaitu budaya melayani dengan baik.












